Minggu, 18 Januari 2015

Bukti Audit



Bukti Audit

Standar pekerjaan lapangan ketiga IAPI (2011: 326.1) berbunyi:
“Bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspeksi, pengamatan, permintaan keterangan dan konfirmasi sebagai dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan audit”.

Sifat Bukti Audit (Audit Evidence)
Bukti audit yang mendukung laporan keuangan terdiri atas data akuntansi dan semua informasi penguat yang tersedia bagi auditor.
Jurnal, buku besar dan buku pembantu, dan buku pedoman akuntansi yang berkaitan, serta catatan seperti lembaran kerja (work sheet) dan spread seheet mendukung alokasi biaya, perhitungan dan rekonsiliasi keseluruhannya merupakan bukti yang mendukung laporan keuangan.Bukti audit penguat meliputi baik informasi tertulis maupun elektronik, seperti cek:catatan electronic fund system, faktur, surat kontak, notulen rapat, konfirmasi, representasi tertulis dari pihak yang mengetahui, informasi yang diperoleh auditor melalui permintaan keterangan, pengamatan, inspeksi dan pemeriksaan fisik serta informasi lain yang dikembangkan oleh atau tersedia bagi auditor yang menungkinkannya menarik kesimpulan berdasarkan alasan yang kuat.
Menurut Konrath (2002: 114 & 115) ada enam tipe bukti audit, yaitu:
1.      Physical evidence
2.      Evidence obtain through confirmation
3.      Documentary evidence
4.      Mathematical evidence
5.      Analytical evidence
6.      Hearsay evidence

Compliance Test dan Substantive Test
Test ketaatan (Compliance Test) atau test of recorded transactions adalah tes terhadap bukti-bukti pembukuan yang mendukung transaksi yang dicatat perusahaan untuk mengetahui apakah setiap transaksi yang terjadi sudah diproses dan dicatat sesuai sistem dan prosedur yang diterapkan manajemen. Jika terjadi penyimpangan dalam pemrosesan dan pencatatan transaksi, walaupun jumlah (rupiah) nya tidak material, auditor harus memperhitungkan pengaruh dari penyimpangan tersebut terhadap efektivitas pengendalian intern.
Dalam melaksanakan compliance test, auditor harus memperhatikan hal-hal berikut:
a.       Kelengkapan bukti pendukung (supporting documents)
b.      Kebenaran perhitungan mathematic (footing, cross footing, extension)
c.       Otoritas dari pejabat perusahaan yang berwenang
d.      Kebenaran nomor perkiraan yang didebit.dikredit
e.       Kebenaran posting ke buku besar dan sub buku besar
Substantive test adalah tes terhadap kewajaran saldo-saldo perkiraan laporan keuangan (Neraca dan Laporan Laba Rugi)
Prosedur pemeriksaan yang dilakukan dalam substantive test, sebagai berikut:
a.       Inventaris asset tetap
b.      Observasi atas stock opname
c.       Konfrmasi piutang, utang dan bank
d.      Subsequent collection dan subsequent payment
e.       Kas opname
f.       Pemeriksaan rekonsiliasi bank dan lain-lain
Jika pada waktu melakukan substantive test, auditor menemukan kesalahan-kesalahan, harus dipertimbangkan apakah kesalahan tersebut jumlahnya material atau tidak. Jika kesalahannya material, auditor harus mengusulkan audit adjustment secara tertulis (dalam bentuk daftar audit adjustment). Jika usulan adjustment tidak disetujui klien dan auditor yakin usulan adjustment benar, maka auditor tidak boleh memberikan unqualified opinion.
Cara Pemilihan Sampel
Dalam melakukan pemeriksaannya, akuntan public biasanya tidak memeriksa keseluruhan transaksi dan bukti-bukti yang terdapat dalam perusahaan. Karena kalau seluruhnya diperiksa, tentunya akan memerlukan waktu yang lama dan memakan biaya yang besar.
Karena itu transaksi dan bukti diperiksa secara “test basis” atau sampling. Dari keseluruhan “universe” diambil beberapa sampel untuk ditest, dan dari hasil pemeriksaan sampel, auditor akan menarik kesimpulan mengenai “universe” secara keseluruhan.
Cara pemilihan sampel tidak boleh seenaknya, karena sampel tersebut haruslah mewakili universe secara tepat, karena jika sampel yang dipilih tidak tepat akan sangat mempengaruhi kesimpulan yang ditarik
Sampel harus dipilih dengan cara yang dapat dipertanggungjawabkan, sehingga sampel tersebut betul-betul representative
(AJ)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar